28 Agustus 2023

Cermat Memilih Modalitas Diagnostik Aritmia yang Tepat

Di hari terakhir The 10th ASM InaHRS, para peserta diajak untuk mendalami berbagai modalitas diagnostik aritmia dalam ag...

InaHRS, Jakarta - Di hari terakhir The 10th ASM InaHRS, para peserta diajak untuk mendalami berbagai modalitas diagnostik aritmia dalam agenda Morning Symposium Allied Professional. Agenda yang mengangkat topik “Diagnostic Modality on Arrhythmia” mencakup beberapa subtopik, mulai dari tilt table test (TTT), holter monitoring, hingga EP study. Simposium tepat dimulai pada pukul 8 pagi oleh Rini Tri Marwanti, Ns selaku moderator. Tiga pembicara yang dihadirkan adalah Sri Sulastri, Ns; Catur Wulaningsari, Ns; dan Iyan Solihin, Ns. Sesi ini dibuka dengan pemaparan Sri mengenai tilt table test. Sri menjelaskan TTT secara komprehensif mulai dari penjelasan sinkop secara umum hingga penggunaan TTT dalam mendiagnosis dan mencari penyebab sinkop sehingga dapat ditata laksana secara efektif. Melalui TTT, akan diketahui respons tubuh terhadap perubahan posisi yang akan membantu diagnosis sinkop serta menentukan penyebabnya. Ditekankan juga bahwa penggunaan TTT tidak diperlukan apabila penyebab sinkop sudah diketahui secara jelas melalui anamnesis. Di akhir, tidak lupa Sri memasukkan saran mengenai edukasi serta modifikasi gaya hidup pasien sinkop.

Presentasi dilanjutkan oleh Catur yang menerangkan holter monitoring. Holter dijelaskan sebagai metode untuk mengetahui aliran listrik jantung yang akan dianalisis. Beberapa indikasi klinisnya adalah sinkop, palpitasi, nyeri dada, dan iskemia koroner. Tak lupa pemateri menyampaikan konsiderasi khusus pada pasien pediatrik. Catur juga mengkaji karakteristik berbagai jenis monitor holter, termasuk generasi terbarunya, dengan membandingkan kelebihan, keterbatasan, biaya, serta indikasi masing-masing jenisnya. Konten lainnya berupa komponen pendukung, prosedur, persiapan pasien dan perekaman, serta manajemen holter monitoring. Selanjutnya, Iyan melanjutkan dengan presentasinya yang bertajuk “Electrophysiology (EP) Study”. Presentasi Iyan begitu menarik dalam membahas EP study secara mendetail, yaitu penjelasan mengenai kateter EP dan peralatan lainnya, preparasi yang mencakup staffing dan juga persiapan pasien, prosedur, akses, serta komplikasi EP. Selain informed consent, pasien perlu untuk berpuasa dan menghentikan konsumsi obat aritmia. Secara umum, simposium berjalan lancar dengan peserta yang antusias bertanya pada sesi diskusi. Pertanyaan yang dilontarkan para peserta pun cukup beragam, mulai dari materi yang dibahas dalam sesi, bahkan hingga dikaitkan dengan contoh-contoh di luar pembahasan materi.